Budidaya Ayam Kalkun Mendatangkan Rupiah

Ayam yang memiliki tubuh yang besar seperti ini sebenarnya tidak sesuai dengan sebutan ayam. Di Malaysia unggas ini disebut Ayam Belanda. Padahal Asal Ayam ini dari benua Amerika. Unggas ini tidak mempunyai jengger di atas kepala seperti ayam umumnya. Unggas ini juga tidak berkokok layaknya ayam lainnya. Tetapi Unggas ini memiliki suara yang keras. Bentuk kepala dan kaki memang mirip dengan ayam. Tubuhnya memanjang seperti ayam merak dengan bulu yang panjang.
Warna bulu ayam ini hitam. Seiring dengan dipelihara manusia ayam ini mempunyai macam-macam warna seperti Silver, putih, dan coklat kemerahan.
Untuk memelihara unggas ini tidak sulit. Unggas ini bisa dilepas layaknya ayam kampung. Ia akan mencari pakan di sekitar lingkungan seperti rerumputan, biji-bijian, serangga, dan lain-lain. Unggas juga dapat diumbar di kandang bambu yang luas. Ayam dapat bermain di kandang tersebut.
Keunggulan ayam ini adalah cepat besar seekor kalkun umur tiga bulan dapat mencapai berat sekitar enam kilogram. Ayam ini dapat menyediakan daging 2-3 lebih banyak daripada ayam kampung. Rasa ayam kalkun juga lebih lezat daripada ayam kampung.
Kita dapat menjual ayam Kalkun bagi para penggemar hidangan Kalkun. Ayam Kalkun juga dapat berguna sebagai ayam hias di taman-taman.
Perkembangan Kalkun cukup cepat. Seekor betina dapat menelurkan 12 butir telur. Si Induk akan mengerami telur selama 28 hari atau selama 4 minggu. Telur kalkun berwarna coklat muda bercak-bercak dan bobotnya dua kali dari telur ayam ras.
Di Jawa Timur Anakan Kalkun muda dihargai seratus ribu rupiah. Jika kita memelihara empat pejantan kalkun dengan 7 ekor betina setidaknya kita dapat mengumpulkan untung 700 ribu hingga satu juta rupiah.

Analisa Usaha Pembesaran Kalkun untuk 100 ekor kalkun

A. Investasi

Pembuatan Kandang bambu model bertingkat dengan ukuran 1 x 0,5 meter x 8 kotak

(per kotak berisi 10 sd 20 ekor kalkun)                                               = Rp 1,5 juta

B. Modal Awal

Pembelian bibit/anakan kalkun Rp. 25.000,- x 100 ekor          = Rp.2.500.000,-

C. Biaya produksi (dihitung sampai panen 3 bulan)  :

C.1 Biaya pakan

-         Pakan Konsentrat (Br1 atau yang lain) 5 zak x 200 ribu                   = Rp.1.000.000,-

-         Sayur-sayuran segar(sawi, kangkung, dll) 5ribu x 90hari                = Rp.   450.000,-

-         Bahan pakan lainnya (bekatul, nasi aking, jagung, dll)                       = Rp.   600.000,-

C.2 Biaya Perawatan

-         Vaksin                                                                                                  = Rp.     20.000,-

-         Listrik (untuk pemanasan lampu) dll                                     = Rp.   150.000,-

-         Tenaga Kerja                                                                                     = Rp.    900.000,-

———————+

= Rp. 3.120.000,-

D. Penjualan (setelah 3 bulan)

Kalkun usia 4 bulan dijual dengan harga 100ribu per ekor dengan risiko kematian 3 persen.100 ekor – (100 ekor/3%) x Rp. 100.000,- = 97 ekor Rp. 100.000,-

= Rp. 9.700.000

     Laba D – ( B + C ) = Rp. 9.700.000,- (Rp.2.500.000,- + Rp. 3.120.000,-)

= Rp. 4.080.000,-

About these ads

Tentang Bibit Kalkun Berkualitas

Menjual anakan kalkun berkualitas dengan harga bersaing
Tulisan ini dipublikasikan di Kalkun New's. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s